Selasa, 12 Oktober 2010

SOS. KLS XII BAB 1 PERUBAHAN SOSIAL

  -->
Pemikiran para tokoh sosiologi klasik mengenal perubahan sosial dapat digolongkan ke dalam beberapa pola, yaitu (1) pola linear, (2) pola siklus, dan (3) penggabungan antara kedua pola.
Berakhirnya Pernag Dunia II diikuti perubahan sosial besar di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Selatan di mana mayoritas masyarakat dunia hidup. Seagai akibatnya muncul berbagai teori mengenai perubahan-perubahan di negara-negara yang diberi berbagai julukan seperti “Masyarakat-masyarakat Duni ketiga”,”Negara-negara Terbelakang”, Negara-negara Sedang Berkembang”, atau”Negara-negara Selatan.”
Giddens mengemukakan bahwa proses peningkatan kesalingtergantungan masyarakat dunia yang dinamakannya globalisasi ditandai oleh kesenjangan besar antara kekayaan dan tingkat hidup masyarakat-masyarakat industri dan masyarakat-masyarakat Dunia Ketiga. Selain itu ia mencatat tumbuh dan berkembangnya negara-negara industri bsru, dan semakin meningkatnya komunikasi antarnegara sebagai dampak teknologi komunikasi yang semakin canggih.
Teori modernisasi menganggap bahwa negara-negara terbelakang akan menempuh jalan sama dengan negar industri maju di Barat sehingga kemudian akan menjadi negara berkembang pula melalui proses modernisasi. Meurut Teori Ketergantungan yang didasarkan pada pengalaman negara-negara Amerika Lstin negara-negara industri menduduki posisi domonan dan mengalami perkembangan, sedangkan negara-negara Dunia Ketiga yang mengalami kolonialisme dan neo-kolonialisme dan secara ekonomiss tergantung padanya menjadi semakin terbelakang.
Menurut Teori Sistem Dunia perekonomian kapitalis dunia kini tersusun atas tiga jenjang : negara-negara inti yang berkembang pesat dan mendominasi sistem dunia sehingga mampu memanfaatkan sunber daya negara kain untuk kepentingan mereka sendiri, negara-negara semi-peniferi yang secara ekonomis tidak berkembang, dan negara-negara periferi yang melalui kolonisasi ditarik ke dalam sistem dunia. Kesenjangan antara negara-negara inti dengan negara-megara lain sangat lebar sehingga tidak mungkin tersusul.
Menurut Boeke dalam masyarakat Timur kapitalisme bersifat merusak, ikatan-ikatan komunitas melemah, dan taraf hidup masyarakat menurun, karena telah mengakibatkan terjadinya ekonomi drastis. Menurut konsep masyarakat majemuk dari Furnivall, masyarakat Indonesia terdiri atas sejumlah tatanan sosial yang hidup berdampingan tetapi tidak berbaur namun saling melekat laksana kembar Siam dan akan hancur bilamana dipisahkan. Menurut Geerz kontak masyarakat pedesaan di Jawa dengan kapitalisme Barat menghasilkan peningkatan jumlah penduduk pedesaan yang kemudian diserap sawah melalui proses imvolusi pertanian, yaitu suatu kerumitan berlebihan yang semakin rinci yang memungkinkan tiap orang tetap menerima bagian dari panen meskipun bagiannya memang menjadi semakin mengecil. Menurut Amstrong dan McGee konsep involusi perkotaan terkait dengan sistem pasar di daerah perkotaan Dunia Ketiga yang senantiasa mampu menyerap tenaga kerja, sedangkan Evers lebih mengaitkan konsep involusi dengan perubahan struktural di daerah perkotaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar