Jumat, 17 September 2010

Kunjungan Sri Paus
Jangan Biarkan Ateis Hancurkan Tradisi
Sabtu, 18 September 2010 | 08:40 WIB

Paus Benediktus XVI saat berada di Parlemen Inggris dalam kunjungan empat harinya dari tanggal 16 - 19 Sember 2010.
TERKAIT:
LONDON, KOMPAS.com - Paus Benediktus XVI melontarkan seruan bernada keras untuk membela ajaran Kristen dalam lawatannya ke Inggris. Paus mengatakan, Natal terancam dihapus dari kalender.

Dalam sebuah pidato tegas yang disampaikan di Parlemen Inggris, Jumat (17/9), sebagaimana dilaporkan Dailymail, Benediktus XVI secara terbuka mengatakan kepada para politisi untuk tidak membungkam agama dan mencegah perayaan publik yang telah menjadi bagian terpenting dari agama tersebut. Dalam suatu serangan terselubung terhadap undang-undang kesetaraan Inggris yang kontroversial, Paus mengatakan, undang-undang yang memaksa orang Kristen bertindak melawan hati nurani mereka merupakan sesuatu yang salah.
"Ada orang yang akan menganjurkan bahwa suara agama dibungkam, atau setidaknya diturunkan murni ke ruang lingkup pribadi," katanya kepada para politisi senior dan tokoh masyarakat.

"Ada yang berpendapat, perayaan publik seperti perayaan Natal harus dicegah, berdasarkan keyakinan yang patut dipertanyakan yang menyatakan bahwa hal itu, entah bagaimana, bisa menyinggung agama orang lain atau orang yang tidak bergama."

"Dan ada orang yang berpendapat - secara paradoks, dengan maksud untuk menghapus diskriminasi - bahwa orang Kristen dalam peran publik harus diminta untuk bertindak melawan hati nurani mereka. Ini merupakan tanda-tanda yang mengkhawatirkan dari sebuah kegagalan untuk menghargai bukan hanya hak orang-orang yang percaya atas kebebasan hati nurani dan kebebasan beragama, tetapi juga peran agama yang sah di hadapan umum."

Paus menegaskan, ajaran Kristen tidak boleh dipaksa untuk dipinggirikan dan perayaan termasuk Natal dan Paskah diubah demi mencegah serangan. Dalam pidatonya, Paus mengatakan, ia menyuarakan keprihatinannya terhadap berkembangnya marginalisasi agama - khususnya agama Kristen - bahkan di negara-negara yang menempatkan penekanan besar pada toleransi.

Paus juga menyinggung soal krisis keuangan global dengan mengatakan, kegagalan moral harus disalahkan atas krisis tersebut. Ia mengatakan, "Ada kesepakatan luas bahwa kurangnya landasan etika yang kokoh bagi kegiatan ekonomi telah memberikan kontribusi pada kondisi sulit yang dialami sekarang ini oleh jutaan orang di seluruh dunia."

Keamanan di sekitar kunjungan Paus ke Inggris diperketat setelah penangkapan enam orang di pusat kota London terkait adanya sebuah rencana teror yang diduga akan menyerangnya. Scotland Yard mengatakan, tidak akan ada perubahan dalam rencana pertemuan Paus dengan publik.

Di Westminster Hall, Tony Blair dan Gordon Brown duduk berdampingan untuk pertama kali setelah berbulan-bulan - dan mungkin menjadi pertemuan rumit setelah terbitnya memoar Blair yang meledak di pasaran. Kedua mantan perdana menteri Inggris yang berseteru itu terlihat mengobrol sopan saat mereka menunggu Paus, tapi bahasa tubuh mereka saat itu memperlihatkan sinyal yang berbeda. Mantan Perdana Menteri Margareth Thatcher dan John Major juga ada di antara hadirin, yang bertepuk tangan dengan penuh semangat sebelum dan sesudah Sri Paus berbicara.
DIPLOMATIK
Paus Awali Kunjungan ke Inggris
Kamis, 16 September 2010 | 18:48 WIB
KOMPAS.com — Selepas mendarat di Edinburg, Skotlandia, Kamis (16/9/2010), Paus Benediktus XVI mengawali kunjungannya ke Inggris Raya. Menurut catatan The Sun, di Edinburg, Paus akan bertemu dengan Ratu Elizabeth II di Holyrood House. Di Edinburg juga, Paus akan diarak berkeliling kota sebelum memimpin perayaan misa di Glasgow.
Kunjungan Paus Benediktus XVI ke Inggris Raya kali ini adalah kesempatan selama 28 tahun sejak pendahulunya, Paus Yohanes Paulus II melakukan hal yang sama. Pada kunjungan tersebut, Paus Benediktus XVI dibayang-bayangi dampak komentar penasihatnya, Kardinal Walter Kasper.
Ceritanya, sebelum kunjungan terlaksana, Kardinal Walter Kasper mengatakan di sebuah media massa Jerman kalau di Inggris terjadi sekularisasi besar-besaran. "Kalau Anda mendarat di Inggris, Anda seperti mendarat di 'Dunia Ketiga'," begitu komentar kardinal gaek itu.
Namun, Vatikan mengatakan kalau komentar itu untuk menunjukkan keanekaragaman budaya di Inggris. Sudah begitu, Kardinal Walter tidak ikut pula dalam rombongan Paus kali ini. Padahal, Pemimpin Gereja Katolik Skotlandia Kardinal Keith O'Brien berharap kalau Kardinal Wartel ikut. "Paling tidak, di sini, Kardinal Walter bisa mengatakan maaf untuk komentarnya itu," kata O'Brien seraya menambahkan kalau permintaan maaf Kardinal Walter tetap dinanti dalam kesempatan apa pun.
Di dalam rombongan itu, Paus disertai oleh 30 pejabat senior Vatikan dan lusinan jurnalis. Sementara agenda lainnya selama kunjungan adalah pertemuan Paus Benediktus XVI dengan Perdana Menteri James Cameron.
Puncak kunjungan Paus yang berakhir pada Minggu (19/9/2010) adalah perayaan beratifikasi atau penganugerahaan sebagai orang kudus dalam ritus Gereja Katolik Roma untuk almarhum Kardinal John Henry Newman. Acara itu bakal digelar di Birmingham.
Paus Bentuk Dua Dewan Kepausan Baru
Rabu, 30 Juni 2010 | 21:14 WIB
VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Benediktus XVI, Rabu (30/6), membentuk dua posisi penting baru di Vatikan, termasuk seorang sebagai kepala sebuah kementerian baru untuk melawan "sekularisasi masyarakat".

Paus membentuk Dewan Kepausan untuk Promosi Evangelisasi Baru, yang bertugas bisa menghidupkan kembali iman di negara-negara tradisional Katolik. Uskup Agung Voghenza, Salvatore Fisichella yang berpengaruh, ditunjuk sebagai pos baru itu.

"Saya telah memutuskan untuk membuat sebuah badan baru dengan tujuan mempromosikan sebuah evangelisasi baru di negara-negara yang sedang mengalami sekularisasi progresif dan sebuah kemerosotan makna akan Allah," kata Sri Paus.

Fisichella (58 tahun) sampai sekarang menjadi kepala Akademi Kepausan untuk Kehidupan dan pembantu rektor Universitas Kepausan Lateran.

Paus juga memilih kepala baru untuk Kongregasi Uskup, suatu badan pentingnya baru dalam beberapa bulan terakhir, karena banyak uskup mengundurkan diri terkait penanganan mereka atas skandal pedofilia para para imam yang telah mengguncang Gereja Katolik di seluruh dunia. Uskup Agung Keuskupan Quebec, Kanada, Kardinal Marc Ouellet, ditunjuk sebagai kepala badan itu setelah Giovanni Battista Re yang berusia 76 tahun mengajukan pengunduran dirinya karena usia tua, kata Vatikan dalam sebuah pernyataan.

Paus juga menunjuk Celestino Migliore, yang sampai sekarang menjadi pengamat tetap Tahta Suci di PBB, sebagai duta Vatikan yang baru untuk Polandia.
Paus Selesaikan Buku Kedua tentang Yesus
Senin, 10 Mei 2010 | 22:39 WIB
Telegraph
Paus Benediktus XVI
VATIKAN, KOMPAS.com — Paus Benediktus XVI telah menyelesaikan buku keduanya tentang Yesus Kristus. Menurut Vatikan, Senin (10/5/2010), buku itu akan segera tersedia dalam beberapa bulan ke depan di toko-toko buku.
Pernyatan resmi Vatikan menyebutkan, buku itu memfokuskan pada kisah sengsara dan kebangkitan Yesus Sang Juru Selamat.
Untuk diketahui, buku pertama Paus Benediktus XVI yang berkisah tentang kehidupan Yesus, terutama masa-masa Dia mewartakan kabar gembira melalui pengajarannya yang diluncurkan tahun 2007 lalu menjadi best seller.
Buku kedua ini rencananya akan diserahkan kepada dua penerbit sekaligus. Selain penerbit Vatikan, Libreria Editrice Vaticana, buku itu juga diserahkan kepada sebuah penerbit di Jerman. Libreria Editrice Vaticana akan menerjemahkan buku tersebut yang ditulis dalam bahasa Jerman sebagai bahasa ibu Paus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar